Selasa, 30 Oktober 2012

Praktikum Ikan Pari

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

          Chondrichtyes ( Gr. Chondros = tulang rawan, ichthyes = ikan ) yang merupakan invertebrate rendah yang memiliki columna vertebralis sempurna yang terpisah satu sama lain sehingga mudah membengkokkan tubuhnya. Kecuali itu telah memiliki tulang rawan dan beberapa pasang appendage berupa pina (sirip). Hampir semuanya predacious hidup di laut.

Ikan vertebrata akuatis dan bernapas dengan insang (beberapa) jenis ikan bernapas melalui alat tambahan berupa modifikasi gelembung renang/ gelembung udara)..mempunyai otak yang terbagi menjadi regio-regio. Otak itu dibungkus dalam kranium (tulang kepala) yang berupa kartilago (tulang rawan atau tulang-menulang.Ada sepasang mata. Kecuali ikan-ikan siklostomata, mulut ikan itu di sokong oleh rahang (agnatha = ikan tak berahang). Telinga hanya terdir dari telinga dalam, berupa saluran-saluran semisirkular, sebagai organ keseimbangan (equilibrum).Jantung berkembang baik. Sirkulasi menyangkut aliran seluruh bagian tubuh lain. Tipe ginjal adalah pronefrus dan mesonefrus (Djarubito, 1989: h. 181).

Ikan bertulang rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati. Mereka dibagi menjadi dua subkelas: Elasmobranchii (hiu, pari dan skate) dan Holochepali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri (Wikipedia  Ensiklopedia Bebas, 2011).

 

Ketika ikan bertulang rawan kembali kelaut, mereka telah mengganti lingkungan hipotonik (air tawar) dengan lingkungan hipertonik (air laut). Ikan-ikan ini tidak mengalami lagi menghadapi masalah pengeluaran air yang berlebihan tetapi, harus mengembangkan cara menghemat air tubuh melawan efek dehidrasi air laut (Kimball, 2009: h. 927).

Berdasarkan uraian singkat di atas, maka akan dibahas mengenai spesies yang tergolong Chondrichthyes berupa ikan pari.

 

1.2  Rumusan Masalah

Dari pemaparan singkat diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :

1.      Bagaimanakah deskripsi ikan pari ?

2.      Bagaimanakah langkah kerja praktikum ?

3.      Bagaimanakah hasil pengamatan praktikum ?

 

1.3  Tujuan Masalah

Tujuan dari praktikum ini diantaranya :

1.      Memahami deskripsi ikan pari

2.      Mengetahui langkah kerja praktikum

3.      Mengetahui hasil pengamatan praktikum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Ikan pari (Trygon sephen) dapat ditemukan di laut.Ikan ini pada umumnya berenang disekitar dasar laut dengan mulut terbuka untuk mencari makanan disekitarnya.

Adapun klasifikasi dari ikan pari (Trygon sephen) adalah :

Kingdom         : Animalia

Filum               : Chordata

Kelas               : Chondrichthyes

Ordo                : Rajida

Famili              : Myliobatidae

Genus              : Trygon

Spesies            : Trygon sephen

Bentuk umum ikan pari adalah pipih dengan ekor yang panjang, pada bagian dorsalnya terdapat mata yang berdekatan dengan spiracle sebagai alat indera, pinna pectoralis pada kedua sisi paling sudut dari tubuhnya, pinna pelvic yang berdekatan dengan ekor, dan clasper yang berfungsi untuk memeluk ikan betina saat proses perkawinan.

Bagian anatomi yang nampak pada saat pembedahan ikan pari tersebut adalah mulut, hati, empedu, pankreas, lambung, usus, dan anus yang termasuk ke dalam alat sistem pencernaan, adapun jantung berperan sebagai sistem sirkulasi ikan pari.

Ikan pari melakukan respirasi dengan membuka dan menghalau air ke dalam mulut dan menekan keluar dengan kekuatan menutup mulut melalui celah insang dan spiracle, insangnya terdiri atas filamen yang banyak mengandung pembuluh darah, meliputi Archus branchia, Filamen branchia, Gill rakers.

Alat pencernaannya terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, usus, kloaka, dan anus.Pada mulut terdapat rahang yang bergigi.Faring terbuka dan berhubungan dengan 5 celah insang.Hepar terdiri dari 2 bagian menempati rongga sebelah anterior dan ada kelenjar pankreas.

Cor terdiri atas sinus venosus yang berdinding agak tebal dilanjutkan oleh auriculum dan ventriculum yang berdinding tebal. Kemudian bersambung dengan conus arteriosus terus ke ventral aorta yang bercabang 5 pasang arteri afferent branchialis mengambil O2 yang terdapat dalam gelembung udara yang ada di dalam air. Kemudian melalui 4 pasang afferent branchialis darah masuk aorta dorsalis yang menjulur memanjang sepasang pertengahan dorsalis dari rongga coelom (Djarubito, 1989: h.  186).

Seks terpisah, alat kelamin jantan berupa sepasang testis dan beberapa vasa eferensia yang menuju vasa deferensia.Saluran itu terbentang di bawah ginjal dan berakhir pada papilae urogenitalia. Alat kelamin betina terdiri dari sebuah ovarium yang menggantung di sebelah dorsal dengan satu membran dan dua buah oviduk yang menjulur disepanjang tubuh(Jasin, 1984: h. 47).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODELOGI

 

3.1  Waktu dan Tempat

Melaksanakan praktikum pada tanggal 15 Oktober 2012, bertempat dilaboraturium FKIP Biologi Universitas PGRI Ronggolawe.

 

3.2  Alat dan Bahan

Alat alat serta bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi :

ü  Ikan pari

ü  Papan section set

ü  Penjepit

ü  Catter

ü  Lup / kaca pembesar

ü  Jarum pentul

ü  Kertas HVS, pena, penggaris, kamera

 

3.3  Langkah Kerja

1)      Menyiapkan alat alat dan bahan yang akan di gunakan praktikum

2)      Mengambil preparat ( ikan pari ) yang akan diteliti

3)      Mengamati bagian ikan pari dan anatominya

4)      Membedah tubuh ikan pari dengan hati hati

5)      Mengamati organ tubuh ikan, system pencernaan, system organ, pernapasan kemudian mengambil gambar

6)      Mencatat hasil pengamatan

 

3.4  Hasil Pengamatan

3.4.1        Gambar praktikum

 

 

 

 

 

 

Foto0816    Foto0815     

 

 

                            Mata                                                Mulut

Pada bagian atas ikan pari                               Pada bagian bawah ikan pari

 

Foto081

                                                                       

                                                            Bagian kepala (Chepal)

                                    Bagian tubuh (Truncus)                     

            Bagian ekor (Cauda)                                      

                                                                                               

Foto1414

                                                                                    5 pasang insang

                                                                                    Jantung (Cor)

                                                                                   

                                                                                    Esofogus

                                                           

                                                                                    Empedu

                                                                                    Hati  (Hepar)

                                                                                   

                                                                                    Usus besar

 

 

 

Foto1416

 

 

 

                                                                        Lambung

           

 

 

 

Foto1397                                               

 

 

 

                                                                                                Limpa (Lien)

                                                                                               

                                                                                                Gonad

                                                                                                Skeleton

                                                                                                2 Pasang ginjal (Ren)

                                                                                               

                                                                                                Kloaka

 

3.4.2 Hasil Pengamatan

Dari hasil pengamatan yang telah kami amati dapat diketahui bahwa ikan pari memiliki :

  1. Mulut terdapat di bagian depan tubuh

  2. Celah insang satu di masing-masing sisi kepala

  3. Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah

  4. Kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit

  5. Adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak

  6. Sistem gurat sisi terdapat pada sisi tubuh

  7. Usus panjang dan ramping menggulung

  8. Fertilisasi terjadi di luar

  9. Mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar yaitu mengeluarkan telur hasil fertilisasi, atau ovovivipar yaitu membawa telur hasil fertilisasi di dalam saluran telur selama perkembangannya hingga menetas.

  10. 5 pasang insang, jantung yang berwarna merah agak tua,

  11. Empedu yang terletak di hati berwarna hijau kehitaman, satu buah lambung, terdapat 2 (dua) pasang ginjal, terdapat limfa, saluran telur (gonad), terdapat usus (intestinum) dan juga terdapat kloaka.

  12. Pada ikan pari yang telah kami amati berkelamin BETINA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Ikan pari adalah hewan vertebrata yang bertulang rawan ( chondrichtyes ). ikan pari memiliki bentuk yang pipih dengan ekor yang panjang. Terdapat mata, sirip punggung, pina pelvicus,sirip ekor, clasper, spiracle. Adapun anatominya terdiri atas jantung, hati, pankreas, lambung, usus, ginjal, dan empedu.

 

4.2 Saran

Pada hasil praktikum mata kuliah Zoologi vertebrata, tentang anatomi pada ikan pari, bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam mempelajari kelas Chondrichtyes. Semoga hasil praktikum ini bermanfaat bagi semua pihak yang mempelajarinya. Kritik serta saran yang membangun kami harapkan untuk memperbaiki laporan selanjutnya.

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar